Tampilkan postingan dengan label Masalah pada bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah pada bayi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Asuhan Kebidanan pada bayi dengan Oral Trush


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Sebagian besar bayi baru lahir dilahirkan dalam kondisi sehat, namun beberapa bayi dapat mengalami keadaan-keadaan yang membutuhkan pemeriksaan. Bayi baru lahir rentan terhadap beberapa penyakit daripada anak atau orang dewasa. Sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna untuk melawan bakteri, virus dan parasit.
Oral trush (stomatitis) adalah radang mulut (pada bibir atau lidah). Hal ini biasanya dijumpai pada bayi dan anak - anak kecil. Oral trush ini kadang sulit dibedakan dengan sisa susu, terutama pada bayi yang mendapatkan susu formula (Pengganti air Susu Ibu – PASI). Sisa susu yang berupa lapisan endapan putih tebal pada lidah bayi ini dapat dibersihkan dengan kapas lidi yang dibasahi dengan air hangat. Tanda gejala pasti yan g terjadi adalah timbulnya bercak-bercak putih pada bibir atau lidah, suhu meningkat, bayi kadang menolak untuk minum atau menyusui bahkan kadan dimuntahkan.
Sebenarnya oral trush bisa sembuh sendiri seperti sariawan herpetik. Biasanya memakan waktu penyembuhan sekitar seminggu tapi jika sudah parah dan jika tidak diobati bisa berkelanjutan sangat memungkinkan terjadinya diare, apabila jamurnya tertelan, mengalir lewat pembuluh darah dan bisa menimbulkan infeksi usus.
Ada 3 jenis oraltrush yang kerap menyerang anak, yaitu: stomatitis apthosa, oral trush/moniliasis, dan stomatitis herpetic.

1.2 Rumusan Masalah
1.                   Apa yang dimaksud dengan oral trush ?
2.                   Apa saja penyebab dan tanda gejala dari oral trush ?
3.                   Bagaimana cara mengatasi terjadinya oral trush ?

1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui tentang oral trush
2.      Untuk mengetahui penyebab dan tanda gejala dari oral trush
3.      Untuk mengetahui cara mengatasi oral trush.


















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Sebagian besar bayi baru lahir dilahirkan dalam kondisi sehat, namun beberapa bayi dapat mengalami keadaan-keadaan yang membutuhkan pemeriksaan. Bayi baru lahir rentan terhadap beberapa penyakit daripada anak atau orang dewasa. Sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna untuk melawan bakteri, virus dan parasit.
Berdasarkan lokasinya, sariawan pada anak, baik itu bayi maupun balita, lebih sering terjadi pada bibir, lidah, pipi bagian dalam (mukosa), dan tenggorokan. Jarang sekali terjadi sariawan di gusi. Munculnya pun hanya satu, paling banyak dua. Tidak pernah berjejer seperti yang terjadi pada orang dewasa.
Ada beberapa jenis sariawan yang kerap terjadi pada anak. Di antaranya stomatitis apthosa, yaitu sariawan karena trauma, misalnya tergigit atau terkena sikat gigi sehingga luka atau lecet. Lalu, sariawan oral thrush/moniliasis, yang disebabkan jamur candida albican. Biasanya sariawan ini banyak dijumpai di lidah. Ada pula stomatitis herpetik yang disebabkan virus herpes simplek. Sariawan jenis ini berlokasi di bagian belakang tenggorokan.
Oral trush (stomatitis) adalah radang mulut (pada bibir atau lidah). Hal ini biasanya dijumpai pada bayi dan anak-anak kecil yang minum susu dengan botol atau dot atau anak kecil yang menghisap dot keripung (fopspean) yang tidak diperhatikan kebersihannya. Misalnya: dot tersebut tidak pernah direbus sehingga bakteri berkembang biak.. Seiring dengan bertambahnya usia, angka kejadian makin jarang, kecuali pada bayi yang mendapatkan pengobatan antibiotik atau imunosupresif.
Oral trush juga dapat diartikan sebagai terinfeksinya membrane mukosa, mulut bayi oleh jamur candidiasis yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak putih dan membentuk plak-plak berkeping di mulut. Biasanya penderita akan menunjukkan gejala demam karena adanya iritasi gastrointestinal.
Oral thrush pada bayi terjadi 7-10 hari setelah persalinan dan penyakit ini biasanya menyerang bayi yang sakit atau lemah, individu dengan kondisi kesehatan buruk, pasien dengan tanggap imun lemah, serta sering terjadi pada pasien yang telah menjalani pengobatan dengan antibiotic. Oral trush ini kadang sulit dibedakan dengan sisa susu, terutama pada bayi yang mendapatkan susu formula (Pengganti air Susu Ibu – PASI).
            Sebenarnya oral trush bisa sembuh sendiri seperti sariawan herpetik. Biasanya memakan waktu penyembuhan sekitar seminggu. Jika trush tidak diobati akan bisa berkelanjutan. Memang tak sampai menyebar ke seluruh tubuh, paling hanya di sekitar mulut. Tetapi, sangat memungkinkan terjadinya diare, apabila jamurnya tertelan, mengalir lewat pembuluh darah dan bisa menimbulkan infeksi usus. Juga dapat menyebabkan kesukaran minum (menghisap puting susu atau dot) sehingga akan berakibat bayi kekurangan makanan. Oral thrush tersebut dapat mengakibatkan diare karena jamur dapat tertelan

Ada 3 jenis oral trush yang kerap menyerang anak, yaitu:
1.            Stomatitis apthosa
Sariawan ini akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau terkena sodokkan sikat gigi hingga luka atau lecet. Bila kuman masuk dan daya tahan tubuh menurun, maka luka menjadi infeksi. Biasanya timbul peradangan dan rasa sakit atau nyeri. Untuk kebaikan si kecil, pilihlah sikat gigi yang lembut dan bersihkan gigi secara benar untuk mengurangi potensi luka.
2.           Oral thrush/moniliasis
Disebabkan oleh jamur candida albican yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Pada keadaan normal, jamur memang terdapat dalam mulut. Tapi saat daya tahan tubuhnya menurun, serta penggunaan obat antibiotik yang berlangsug lama atau melebihi jangka waktu pemakaian, akan memudahkan jamur candida albican tumbuh melebihi normal.
3.    Stomatitis herpetic
Disebabkan virus herpes simplek dan berlokasi di bagian belakang tenggorokan. Sariawan ditenggorokan terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan daya tahan tubuh sedang rendah.Sariawan jenis stomatitis herpetic dan stomatitis apthosa biasa terjadi pada anak-anak, sementara anak balita lebih banyak mengidap sariawan jenis moniliasis.


2.2 Faktor penyebab

Pada umumnya oral thrush disebabkan oleh jamur Candida albicans yang ditularkan melalui vagina ibu yang terinfeksi selama persalinan(saat bayi baru lahir) atau transmisi melalui botol susu dan puting susu yang tidak bersih, atau cuci tangan yang tidak benar. Oral trush pada bayi terjadi 7-10 hari setelah persalinan. Jamur ini adalah jamur yang normalnya hidup pada mulut dan saluran cerna manusia. Apabila jamur ini berkembang lebih banyak dari biasanya maka menimbulkan infeksi jamur.
 Jamur Candida albicans bersifat saprofit sehingga jika daya tahan tubuh bayi turun atau pada pengguna antibiotika yang lama dapat terjadi pertumbuhan jamur ini secara cepat dan dapat menimbulkan infeksi berupa oral trush dan diare, sehingga apabila penggunaan antibiotik tertentu pada usia dibawah 1 tahun akan mengakibatkan sariawan atau oral trush yang menetap.
Candida albicans tahan terhadap hampir semua antibiotika yang biasa dipergunakan dan dapat berkembang sewaktu mikroorganisme lain tertekan. Oral trush juga dapat terjadi karena bakteri di dalam mulut karena kurang menjaga kebersihan di mulut. Lesi-lesi mulut mempunyai konsistensi yang lunak, menonjol, bercak-bercak keputihan yang menutupi daerah-daerah yang kecil atau luas pada mukosa mulut, bercak bercak dapat dihapus dan meninggalkan permukaan daging yang berdarah.
Keadaan ini didukung oleh abrasi mulut, kurangnya kebersihan mulut, superinfeksi setelah terapi antibiotika, malnutrisi, cacat imunologi, dan hipoparatiroidisme. Infeksi berat dapat menyebar menuruni esophagus.
Sebagian besar bayi berkontak dengan jamur yang pertama kali saat melalui jalan lahir (ibu dapat memiliki infeksi jamur di kelaminnya tanpa menyadari adanya tanda-tanda infeksi). Penggunaan antibiotik pada saat persalinan dan saat bayi anda lahir dapat memicu terjadinya infeksi jamur. Antibiotik yang diminum ibu dapat melalui ASI dan membunuh bakteri-bakteri baik yang menjaga keseimbangan flora normal tubuh, sehingga saat bakteri baik ini terbunuh oleh antibiotik, infeksi jamur muncul.
Bayi yang dilahirkan dengan operasi Caesar sering menderita infeksi jamur akibat antibiotik yang diberikan pada ibunya selama operasi. Apabila bayi menderita infeksi jamur maka ia dapat menularkannya kepada anda. Dan berlaku sebaliknya infeksi jamur diputing ibu dapat menginfeksi bayi, dan ini menyebabkan infeksi bergantian. Oleh karena itu sangat penting memperhatikan kesehatan kulit payudara apabila bayi anda mengalami thrush.

2.3    Tanda dan gejala

Oral trush kadang sulit dibedakan dengan sisa susu, terutama pada bayi yang mendapatkan susu formula. Sisa susu yang berupa endapan putih tebal pada lidah bayi dapat dibersihkan dengan kapas lidi yang dibasahi dengan air hangat.
Oral trush ini juga harus dibedakan dengan stomatitis. Stomatitis  merupakan inflamasi dan ulerasi pada membran mukosa mulut. Anak yang mengalami stomatitis biasanya tidak mau makan atau minum.
Gejala tersebut seperti, :
  • Tampak bercak keputihan pada lidah dan atau sekitar mulut, seperti bekas susu yang sulit dihilangkan
  • Bayi menangis saat menyusu atau saat menyedot dari botol. Bercak keputihan karena jamur dapat menimbulkan rasa tidak nyaaman, dan nyeri terutama infeksi berat
  • Bayi kadang menolak untuk minum atau menyusu bahkan kadang akan dimuntahkan
  • Mukosa mulut mengelupas
  • Lesi multiple (luka-luka banyak) pada selaput lendir mulut sampai bibir memutih menyerupai bekuan susu yang melekat, bila dihilangkan dan kemudian berdarah.
  • Bila terjadi kronis maka terjadi granulomatosa (lesi berbenjol kecil) menyerang sejak bayi sampai anak-anak yang berlangsung lama hingga beberapa tahun akan menyerang kulit anak.
  • gejala yang muncul adalah suhu badan meninggi sampai 40 derajat Celcius
  • Bayi banyak mengeluarkan air liur lebih dari biasanya. Secara psikis, dia akan rewel.
2.4  Diagnosa

Diagnosa oral trush dapat ditegakkan minimal dengan adanya 3 – 4 dari tanda dan gejala yang spesifik, yaitu :
1.      Gejala trush berupa suhu badan meninggi hingga 40 derajat Celcius.
2.     Lidah berwarna kemerah-merahan.
3.     Tampak bercak keputihan pada mulut, seperti bekas susu yang sulit dihilangkan.
4.     Lesi multiple (luka-luka banyak) pada selaput lendir mulut sampai bibir memutih menyerupai bekuan susu yang melekat, bila dihilangkan dan kemudian berdarah.
5.     Pada pemeriksaan laborat terdeteksi bakteri Candidiasis Albican.

2.5 Penatalaksanaan

Oral trush pada umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Tetapi lebih baik jika diberikan pengobatan dengan cara :
1.      Bedakan dengan endapan susu pada mulut bayi
2.      Apabila sumber infeksi berasal dari ibu harus segera diobati dengan pemberian antibiotika berspektrum luas
3.      Menjaga kebersihan mulut bayi dan puting susu ibu.
4.      Membersihkan daerah mulut bayi setelah makan ataupun minum susu dengan air matang dan bersih. Apabila oral thrush sudah terjadi pada anak dan sudah diberikan obat, selain menjaga kebersihan mulut berikanlah makanan yang lunak atau cair sedikit-sedikit tetapi frekuensinya sering dan setiap habis makan berikan air putih dan usahakan agar sering minum.
5.      Pada bayi yang minum susu dengan mengunakan botol, harus mengunakan teknik steril, dalam membersihkan botolnya sebelum digunakan, yaitu bisa dengan mencuci bersih botol dan dot susu, setelah itu diseduh dengan air mendidih atau direbus hingga mendidih (jika botol tahan rebus) sebelum dipakai.
6.      Pemberian terapi pada bayi yaitu :
a.       1 ml larutan nystatin (100.000) unit 4x/hari dengan interval 6 jam. Larutan diberikan dengan lembut dan hati-hati agar tidak meyebar luas ke rongga mulut
b.      Gentian violet 3x/hari



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :

1.      Oral trush adalah radang mulut (pada bibir atau lidah). Bisa juga diartikan terinfeksinya membrane mukosa, mulut bayi oleh jamur candidiasis yang ditandai dengan munculnya bercak - bercak putih dan membentuk plak - plak berkeping di mulut.
2.      Tanda dan gejala dari oral trush antara lain seperti: adanya bercak-bercak keputihan pada bibir atau lidah, meningkatnya suhu tubuh, bayi kadang menolak untuk minum atau menyusu bahkan kadang dimuntahkan, rewel.
3.      Penatalaksanaannya bisa dengan menjaga kebersihan mulut bayi dan putting susu ibu, pemberian antibiotika bila infeksi berasal dari ibu, dan bila bayi minum susu dengan menggunakan botol agar dijaga kebersihan botol sebelum digunakan.














DAFTAR PUSTAKA

Sudarti.2010.kelainan dan penyakit pada bayi dan anak.Yoyakarta : Nuha Medika

Manajemen Asfiksia Bayi baru lahir


Persalinan adalah saat-saat paling kritis dalam kehidupan. Keselamatan Ibu dan Bayi merupakan tanggung jawab dari penolong persalinan.
Dimana bayi baru lahir sangat rentan terhadap berbagai macam resiko seperti asfiksia, hipotermi , dll.
Sehingga perlu sekali bagi seorang tenaga kesehatan yang akan menolong persalinan terutama bidan untuk memperhatikan beberapa hal yang dapat menjadi kemungkinan terjadinya kegawat daruratan pada bayi baru lahir.
Hal terpenting yang perlu dilakukan pertama kali adalah melakukan penilaian :
1.    Sebelum bayi lahir atau sesudah ketuban pecah :
Nilai apakah air ketuban bercampur dengan mekonium (berwarna kehijauan) pada letak kepala.
2.    Segera setelah bayi lahir :
Nilai apakah bayi menangis, bernafas spontan dan teratur, bernafas megap-megap atau tidak bernapas.
Apabila ditemukan air ketuban jernih dan bayi menangis serta bernapas spontan, maka lakukan penanganan bayi baru lahir normal.
Jika ditemukan air ketuban bercampur mekonium, lakukan resusitasi dengan Manajemen Air Ketuban Bercampur mekonium.
Akan tetapi, apabila bayi bernapas megap-megap atau bahkan tidak bernapas sama sekali maka segera lakukan langkah awal penanganan bayi Asfiksia. Lakukan langkah awal dalam waktu 30 detik.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.    Jaga bayi tetap hangat
-         Letakkan bayi di atas kain yang ada di atas perut Ibu
-         Bungkus dengan kain tersebut, poyong tali pusat.
-         Pindahkan bayi ke tempat resusitasi
2.    Atur Posisi Bayi
-         Baringkan bayi terlentang dengan posisi kepala bayi dekat penolong
-         Ganjal bahu dengan kain setinggi 5 cm agar kepala sedikit ekstensi
3.    Isap Lendir
-         Gunakan alat pengisap DeLee :
-         Isap lendir mulut-hidung
-         Pengisapan dilakukan saat alat ditarik, bukan saat dimasukkan
-         Jangan melakukan pengisapan terlalu dalam : mulut > 5cm, hidung > 3 cm. Bahaya Bradikardi dan henti napas.
4.    Keringkan dan rangsang bayi
-         Mulai muka, kepala, tubuh dengan sedikit tekanan, dapat membantu bayi memulai napas.
-         Lakukan rangsang taktil dengan menepuk/menyentil telapak kaki dan menggosok punggung, perut, dada, tungkap dengan telapak tangan.
5.    Atur kembali posisi kepala bayi dan bungkus
-         Ganti kain yang telah basah dengan kain di bawahnya
-         Bungkus bayi dengan kain tsb,jangan menutupi muka dan dada agar bisa memantau pernapasan bayi.
-         Atur kembali posisi kepala sedikit ekstensi
6.    Lakukan penilaian bayi
-         Lakukan penilaian apakah bayi bernapas normal, tidak bernapas atau megap-megap.
-         Bila bayi bernapas normal, lakukan asuhan bayi baru lahir normal, yaitu :
Ø Menjaga bayi tetap hangat, lakukan kontak kulit ibu-bayi.
Ø Lakukan pemberian ASI sedini mungkin
Ø Pencegahan Infeksi dan Imunisasi.
-         Bila bayi bernapas megap-megap : lakukan langkah-langkah resusitasi
Adapun langkah-langkah Resusitasi adalah sebagai berikut :
1.                     Bila bayi tidak menangis atau megap-megap, warna kulit bayi biru atau pucat, denyut jantung kurang dari 100 kali/menit lakukan langkah resusitasi dengan melakukan ventilasi tekanan positif.
2.                     Sebelumnya periksa dan pastikan bahwa alat resusitasi (balon resusitasi dan sungkup muka) telah tersedia dan berfungsi baik.
3.                     Cuci tangan dan gunakan sarung tangan sebelum memegang atau memeriksa bayi.
4.                     Selimuti bayi dengan kain kering dan hangat kecuali muka dan dada bagian atas, kemudian letakkan pada alas dan lingkungan yang hangat.
5.                     Periksa ulang posisi bayi dan pastikan kepala telah dalam posisi setengah tengadah (sedikit ekstensi)
6.                     Letakkan sungkup melingkupi dagu, hidung dan mulut sehingga terbentuk semacam pertautan antara sungkup dan wajah.
7.                     Tekan balon resusitasi dengan dua jari atau dengan seluruh jari tangan (tergantung pada ukuran balon resusitasi)
8.                     Lakukan pengujian pertautan dengan melakukan ventilasi sebanyak dua kali dan periksa gerakan dinding dada.
9.                     Bila pertautan baik (tidak bocor) dan dinding dada mengembang, maka lakukan ventilasi dengan menggunakan oksigen (bila tidak tersedua oksigen gunakan udara ruangan).
10.               Pertahankan kecepatan ventilasi sekitar 40 kali/ 60 detik dengan tekanan yang tepat sambil melihat gerakan dada (naik turun) selama ventilasi.
11.               Bila dinding pada naik turun dengan baik berarti ventilasi berjalan secara adekuat.
12.               Bila dinding dada tidak naik, periksa ulang dan betulkan posisi bayi, atau terjadi kebocoran lekatan atau tekanan ventilasi kurang.
13.               Lakukan ventilasi selama 2x30 detik atau 60 detik, kemudian lakukan penilaian segera tentang upaya bernapas spontan.
-      Bila bayi bernapas normal, lakukan asuhan bayi baru lahir normal, yaitu :
Ø   Menjaga bayi tetap hangat, lakukan kontak kulit ibu-bayi.
Ø   Lakukan pemberian ASI sedini mungkin
Ø   Pencegahan Infeksi dan Imunisasi.
14.               Akan tetapi apabila bayi tidak bernapas setelah 20 menit :
-           Menghentikan resusitasi
-           Memberi dukungan pada Ibu dan Keluarga